Jadi Duta Bangsa Satu Bulan

Apakah anda orang normal?? kalau jawabannya iya. maka anda harus bisa berubah jadi orang yang tidak normal. karena ditengah banyaknya orang normal di Indonesia ini, muncullah beberapa orang yang tidak normal (memikirkan bangsa dan negara ini salah satunya)

Berawal dari jadi orang normal tersebut saya lama-kelamaan menjadi orang sedikit kurang normal. Lo kok bisa??Ya iyalah, masak ya iya donk. Maksudnya lama-kelamaan menyandang status mahasiswa harus bisa mikirin bangsa Ini. Mikirin saja gak ada action?? Enak saja. Ya action lah demi bangsa ini.

Berawal aktifnya Saya di Ormawa ITS (Organisasi Kemahasiswaan). Mulai jadi kepala Departemen Hubungan Luar Himpunan Mahasiswa Mesin FTI-ITS Hingga yang terakhir jadi Dirjen Hubungan Kelembagaan BEM ITS mengantarkan Saya bisa meraih Beasiswa Unggulan Aktivis 2006/2007. Beasiswa yang sampai saat ini masih Pro dan Kontra dalam pelaksanaanya. Beasiswa ini ada program Student Exchangenya juga. Negara tujuannya ada 3 yaitu Malaysia, Thailand dan Philippines. Kebetulan saya dapat di philppines (Bukan kebetulan sih, Tapi lebih ingin banyak tantangan di negara ini). Loh mang banyak tantangan di philppines?? hehehe. Ya iya lah, masak ya iya donk(sekali lagi.hehehe). berangkat ke philippines pada 3 agustus 2007 dan berakhir 29 agustus 2007.

Dari sini lah Saya Banyak tahu tentang bangsa Indonesia. Bagaimana pengetahuan orang luar tentang bangsa ini. Ketika kita bertanya pada mereka (orang Philippines.Red). Do you Know Indonesia? (sambil kita nunjukin peta Dunia). Meraka kebanyakan hanya menunjuk Pulau Kalimantan adalah Indonesia. Sungguh begitu Ironi, Negara tetangga terdekat dengan Kita tidak mengetahui dengan pasti negara kepulauan Indonesia. Selama hampir satu bulan di sana, Saya hanya belajar saja di kampus Bulacan State University, Sebuah kampus teknik terbaik di phillippines. Karena memang background kami yang Student Exchange ini adalah Aktivis kampus. Makanya ada yang aneh ketika kita Cuma ikut program kuliah saja.

Akhirnya kami (11 mahasiswa indonesia) mempunyai inisiatif untuk mengadakan Indonesian Day. Sebuah acara dimana kita presentasi tentang Indonesia,diskusi tentang Indonesia, menari tari-tarian budaya Indonesia. Pokoknya semua serba Indonesia Lah. I love Indonesia.

Setelah konsep dah jadi maka kita action dengan bagi-bagi Tim, ada yang menghubungi birokrasi kampus Bulacan State university (BSU.red) untuk mengurusi kebutuhan acara semisal pinjam gedung, pingam alat-alat sound dan presentasi. Dan ada yang berangkat ke Manila, kedubes RI disana (oh iya lupa, kami tinggal di malolos. Perjalanan 2 jam ke Manila naik mobil eh angkot.he3x). yang ke kedubes mengurusi tentang baju-baju adat daerah dan juga makanan khas Indonesia. Walau semua perjuangan ini sangat melelahkan karena semua kita lakukan dalam bahasa inggris dan juga kedubes RI juga tidak 100 persen membantu kami. Jadi kami berkoordinasi dengan temen2 yang ada di Atheneo de manila, University of philippines dan lain-lain (mereka sama2 satu program pertukaran mahasiswa ini). Setelah diskusi bla…bla…bla…akhirnya kita dapat bantuan tenaga 5 mahasiswa. (lumayan 11+5 jadinya 16 mahasiswa.he3x).

Indonesian Day.

Acara all about Indonesia. Diawali dengan lagu kebangsaan Philippines dan berikutnya Lagu Indonesia Raya. Trus ke acara pengenalan budaya Indonesia melalui slides power point dan juga diskusi. Serta yang paling menarik ketika kita tampil menari disana. (padahal latihannya sekitar 3 hari eh bukan 3 jam sebelum acara). Semua mahasiwa Indonesia memakai pakaian adat budaya Indonesia. Dari acara ini para birokrasi dan mahasiswa di bulacan State university malolos philippines jadi mengetahui dan mengenal budaya indonesia. Semoga semua warga Negara Indonesia yang berjuang di Negeri orang disana juga mengemban misi yang sama yaitu mengharumkan nama bangsa dan juga mengenalkan budaya Indonesia. Pertukaran mahaiswa selama satu bulan yang membuat saya semakin mengerti tentang Negara Republik Indonesia.

Nb : Artikel ini hidayat ikutkan dalam lomba Semarak Agustusan TPC. Kritik dan Saran sangat di harapkan di sini…

Advertisements

TPC Nandur mangrove ?? Masak Sih !!!

Hari sabtu 26 juli 2008 kemarin merupakan hari yang sangat berkesan bagi saya. sebuah hari dimana saya dapat bertemu dan berkumpul dengan teman-teman yang sering nimbrung di dunia maya (baca terdampar di dunia maya). Buat apa sih kumpul??? Ya hari itu kan hari mangrove International (katanya sih, saya juga gak begitu yakin). Kita dari TPC (tugupahlawan[dot]com) ikut nanam mangrove di daerah wonorejo Surabaya.

acara di mulai berkumpul di Bundaran ITS. pagi-pagi banget sekitar jam 06.00 WIB. tuh kan pagi banget…Setelah berada di bunderan ITS ketemu dengan orang yang bernama Angki ( Orangnya gak sama dengan foto yang di YMnya ataupun blognya). Nih orang adalah Koordinator TPC nandur mangrove ini ( Wah kalau angki liat tulisan dia jadi koordinator, pasti besar kepala) ya, bisa saja karena acara ini benar-benar sukses mulai dari kita gabung diawal sampai selesainya acara.

Ditempat acara kita sedikit terlambat, Banner kalah terpampang dengan milik cinta kasih.padahal banner TPC lebih bagus dan lebih jreng yang didesain khusus oleh mbah sangkil (walaupun desainnya lebih mirip tali kasih sama balita). mbah sangkil adalah Orang yang Dah siap terjun tuk nanam mangrove dari kubu TPC tapi batal karena ada ibu-ibu yang minta balik waktu perahunya mau nyapek tempat lokasi (kata mbah sangkil sih…saya juga gak 100 persen percaya).

Ya pokoknya disana kita semua berkumpul temen2 TPC, ada kuclukz,shei,arul,udin,cak gempur,mie2k,jude, dan det. Di akhir acara, Bapak walikota surabaya yaitu bambang DH minta Foto sama teman-teman TPC. dengan senang hati kita semua mau. (gak kebalik tuh???hehehehe) manuipulasi berita hahaahaha..

——> Foto orang2 aneh dengan bapak walikota Surabaya

Nb : gak semua yang lo denger bener, tapi TPC nandur mangrove and foto bareng Bapak bambang DH adalah 100 persen bener

Berita Sing Mirip :

Insan Perubahane arul, Wong polos n apa adanya kuclukz puol, Omahe blogger suroboyo yo TPC , raden mas koki eh angki,

sandy aulia eh salah, aulia Azis