• Sudah di klik

  • Yang Lagi Tenang

    visitor stats
  • LOMBA BLOG

    Kompetisi Blog elearning
  • Semarak Agustusan

    TPC Semarak Agustusan
  • hidayat_its.....Mau??

  • Mencari ketenangan

    Mencari Ketenangan
    This blog dedicated with deepest love and affection to My Friends. Them loves, Friendships and kindness have inspired Me to the best can be and to share what we have learned together. I like also to dedicated this blog to My best Friends especially to DS. Her is the first Person to Encourage me to make a blog. Most Importantly, I wish to Thank God, From whom All My Blessing and Wisdom come from. Any Comment or Suggestions from the Reader that would help in improving the blog will be greatly Appreciated. I wish this Blog will be useful to All of Us. Thanks For all Mencari Ketenangan
    Jumari Hidayat Surabaya,2008
  • Game

  • di Buang Sayang

  • Mencari Ketenangan
    Mencari Ketenangan
    *MENCARI KETENANGAN*
  • Site ME

    mt =============================================== fs ============================================== 27
  • P.T.N JAwa TIMur

    10 19 17 18 16 20 15
  • SITE AKADEMIK

    Photobucket 4 5 7 23
  • SITE NEWS

    14 ---------------------------------------------- Photobucket ------------------------------------------------- 9 ------------------------------------------------- 6 -------------------------------------------------- 12 ------------------------------------------------- 8 ------------------------------------------------- 20 --------------------------------------------- 22 ------------------------------------------------- 18 --------------------------------------------------- 24

Jadi Duta Bangsa Satu Bulan

Apakah anda orang normal?? kalau jawabannya iya. maka anda harus bisa berubah jadi orang yang tidak normal. karena ditengah banyaknya orang normal di Indonesia ini, muncullah beberapa orang yang tidak normal (memikirkan bangsa dan negara ini salah satunya)

Berawal dari jadi orang normal tersebut saya lama-kelamaan menjadi orang sedikit kurang normal. Lo kok bisa??Ya iyalah, masak ya iya donk. Maksudnya lama-kelamaan menyandang status mahasiswa harus bisa mikirin bangsa Ini. Mikirin saja gak ada action?? Enak saja. Ya action lah demi bangsa ini.

Berawal aktifnya Saya di Ormawa ITS (Organisasi Kemahasiswaan). Mulai jadi kepala Departemen Hubungan Luar Himpunan Mahasiswa Mesin FTI-ITS Hingga yang terakhir jadi Dirjen Hubungan Kelembagaan BEM ITS mengantarkan Saya bisa meraih Beasiswa Unggulan Aktivis 2006/2007. Beasiswa yang sampai saat ini masih Pro dan Kontra dalam pelaksanaanya. Beasiswa ini ada program Student Exchangenya juga. Negara tujuannya ada 3 yaitu Malaysia, Thailand dan Philippines. Kebetulan saya dapat di philppines (Bukan kebetulan sih, Tapi lebih ingin banyak tantangan di negara ini). Loh mang banyak tantangan di philppines?? hehehe. Ya iya lah, masak ya iya donk(sekali lagi.hehehe). berangkat ke philippines pada 3 agustus 2007 dan berakhir 29 agustus 2007.

Dari sini lah Saya Banyak tahu tentang bangsa Indonesia. Bagaimana pengetahuan orang luar tentang bangsa ini. Ketika kita bertanya pada mereka (orang Philippines.Red). Do you Know Indonesia? (sambil kita nunjukin peta Dunia). Meraka kebanyakan hanya menunjuk Pulau Kalimantan adalah Indonesia. Sungguh begitu Ironi, Negara tetangga terdekat dengan Kita tidak mengetahui dengan pasti negara kepulauan Indonesia. Selama hampir satu bulan di sana, Saya hanya belajar saja di kampus Bulacan State University, Sebuah kampus teknik terbaik di phillippines. Karena memang background kami yang Student Exchange ini adalah Aktivis kampus. Makanya ada yang aneh ketika kita Cuma ikut program kuliah saja.

Akhirnya kami (11 mahasiswa indonesia) mempunyai inisiatif untuk mengadakan Indonesian Day. Sebuah acara dimana kita presentasi tentang Indonesia,diskusi tentang Indonesia, menari tari-tarian budaya Indonesia. Pokoknya semua serba Indonesia Lah. I love Indonesia.

Setelah konsep dah jadi maka kita action dengan bagi-bagi Tim, ada yang menghubungi birokrasi kampus Bulacan State university (BSU.red) untuk mengurusi kebutuhan acara semisal pinjam gedung, pingam alat-alat sound dan presentasi. Dan ada yang berangkat ke Manila, kedubes RI disana (oh iya lupa, kami tinggal di malolos. Perjalanan 2 jam ke Manila naik mobil eh angkot.he3x). yang ke kedubes mengurusi tentang baju-baju adat daerah dan juga makanan khas Indonesia. Walau semua perjuangan ini sangat melelahkan karena semua kita lakukan dalam bahasa inggris dan juga kedubes RI juga tidak 100 persen membantu kami. Jadi kami berkoordinasi dengan temen2 yang ada di Atheneo de manila, University of philippines dan lain-lain (mereka sama2 satu program pertukaran mahasiswa ini). Setelah diskusi bla…bla…bla…akhirnya kita dapat bantuan tenaga 5 mahasiswa. (lumayan 11+5 jadinya 16 mahasiswa.he3x).

Indonesian Day.

Acara all about Indonesia. Diawali dengan lagu kebangsaan Philippines dan berikutnya Lagu Indonesia Raya. Trus ke acara pengenalan budaya Indonesia melalui slides power point dan juga diskusi. Serta yang paling menarik ketika kita tampil menari disana. (padahal latihannya sekitar 3 hari eh bukan 3 jam sebelum acara). Semua mahasiwa Indonesia memakai pakaian adat budaya Indonesia. Dari acara ini para birokrasi dan mahasiswa di bulacan State university malolos philippines jadi mengetahui dan mengenal budaya indonesia. Semoga semua warga Negara Indonesia yang berjuang di Negeri orang disana juga mengemban misi yang sama yaitu mengharumkan nama bangsa dan juga mengenalkan budaya Indonesia. Pertukaran mahaiswa selama satu bulan yang membuat saya semakin mengerti tentang Negara Republik Indonesia.

Nb : Artikel ini hidayat ikutkan dalam lomba Semarak Agustusan TPC. Kritik dan Saran sangat di harapkan di sini…

TPC Nandur mangrove ?? Masak Sih !!!

Hari sabtu 26 juli 2008 kemarin merupakan hari yang sangat berkesan bagi saya. sebuah hari dimana saya dapat bertemu dan berkumpul dengan teman-teman yang sering nimbrung di dunia maya (baca terdampar di dunia maya). Buat apa sih kumpul??? Ya hari itu kan hari mangrove International (katanya sih, saya juga gak begitu yakin). Kita dari TPC (tugupahlawan[dot]com) ikut nanam mangrove di daerah wonorejo Surabaya.

acara di mulai berkumpul di Bundaran ITS. pagi-pagi banget sekitar jam 06.00 WIB. tuh kan pagi banget…Setelah berada di bunderan ITS ketemu dengan orang yang bernama Angki ( Orangnya gak sama dengan foto yang di YMnya ataupun blognya). Nih orang adalah Koordinator TPC nandur mangrove ini ( Wah kalau angki liat tulisan dia jadi koordinator, pasti besar kepala) ya, bisa saja karena acara ini benar-benar sukses mulai dari kita gabung diawal sampai selesainya acara.

Ditempat acara kita sedikit terlambat, Banner kalah terpampang dengan milik cinta kasih.padahal banner TPC lebih bagus dan lebih jreng yang didesain khusus oleh mbah sangkil (walaupun desainnya lebih mirip tali kasih sama balita). mbah sangkil adalah Orang yang Dah siap terjun tuk nanam mangrove dari kubu TPC tapi batal karena ada ibu-ibu yang minta balik waktu perahunya mau nyapek tempat lokasi (kata mbah sangkil sih…saya juga gak 100 persen percaya).

Ya pokoknya disana kita semua berkumpul temen2 TPC, ada kuclukz,shei,arul,udin,cak gempur,mie2k,jude, dan det. Di akhir acara, Bapak walikota surabaya yaitu bambang DH minta Foto sama teman-teman TPC. dengan senang hati kita semua mau. (gak kebalik tuh???hehehehe) manuipulasi berita hahaahaha..

——> Foto orang2 aneh dengan bapak walikota Surabaya

Nb : gak semua yang lo denger bener, tapi TPC nandur mangrove and foto bareng Bapak bambang DH adalah 100 persen bener

Berita Sing Mirip :

Insan Perubahane arul, Wong polos n apa adanya kuclukz puol, Omahe blogger suroboyo yo TPC , raden mas koki eh angki,

sandy aulia eh salah, aulia Azis

Parkiran Surabaya Bereskah???

Rp 3000 Mas” Wuah cekot-cekot rasanya nih kepala. parkir motor 3000 Rupiah. Sumpeh loh….Coba mengingat pengalaman parkir sepeda motor kena Rp 3000. Waktu hari minggu 20 juli 2008 saya dan teman-teman BEM ITS tepatnya teman2 Departemen Hubungan Luar maen ke Kebun Binatang Surabaya. Kata temen2 sih mau Perpisahan. Perpisahan apa Sowan.Hehehehe….

Parkirnya di depan pintu masuk persis. maksudnya di lebar jalan….Karena parkiran dalam sudah penuh (aslinya males karena agak jauh kalau parkir di dalam). Setelah di tagih untuk bayar, Wuah…di tagih 3000 Rupiah. Emangnya saya parkir angkot kok di tagih dengan harga tersebut.

“Dalam Peraturan Daerah (Perda) No 12 Tahun 2001 tentang Pajak Parkir menyatakan bahwa pajak parkir hanya 20 persen dari tarif maksimal. Tarif maksimal untuk mobil sebesar Rp 1.500 sedangkan untuk sepeda motor hanya Rp 500. Dengan demikian satu mobil pajak yang masuk ke dalam Dinas Pajak hanya sebesar Rp 300 dan sepeda motor hanya Rp 100.”

Trus Retribusi sebesar itu masuk kemana?? Apalagi jalan yang di pakai juga ilegal. jalan yang seharusnya area tidak boleh berhenti malah di pakai buat Parkiran. Ya inilah Surabaya. Kota tercinta tempat saya Tinggal. kota yang sangat Unik karena segala keanehan selalu ada di sini…

tapi apapun itu, Surabaya adalah kota kelahiranku, Kota pahlawan, kota perjuangan, kota tempat arek-arek suroboyo berjuang mengusir penjajahan belanda. dan kota tempat mallaby tertembak…..Mampus lo..hehehe

Tapi ya…..Pak trantib, Jaga donk parkir di Surabaya

Perlukah Hari Anak nasional???

Dalam perkembangan jaman sekarang ini. Perlunya perlindungan dan jaminan terhadap anak sangat di perlukan. Mulai dari sektor keamanan maupun pendidikan. UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak masih belum dirasakan menjamin kelangsungan hidup layak bagi anak-anak miskin. Masih banyak anak-anak yang tidak merasakan belajar formal disekolah. Ketika teman-teman se usia dengan mereka sedang menuntut ilmu di sekolah. Mereka malah membanting tulang mencari penghasilan di jalan dengan cara mengamen maupun berjualan koran. Apakah 23 juli kemarin masih perlu di peringati sebagai Hari Anak Nasional???.

Dimanakah peran fungsi dari pemerintah dalam menaggulangi pendidikan bagi anak-anak miskin yang putus sekolah. Saya rasa pemerintah lepas tangan dalam penanganan masalah ini. Banyaknya anak-anak yang putus sekolah, bekerja di usia dini. Hal ini menunjukkan konsistensi pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut hanya bualan belaka. Padahal sudah jelas di UU No 23 tahun 2002 pada Pasal 48 yang berbunyi “Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak “. Hal ini ternyata tidak dijalankan oleh pemerintah. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Nyatanya kita bisa melihat di lapangan, banyak anak yang gagal memenuhi ambisi untuk wajib belajar 9 tahun, bahkan ada juga yang tidak tamat sekolah dasar (SD). Salah siapa kah semua ini??? Kalau kita bercermin pada peraturan perundangan yang ada, sudah jelas. Pemerintah lah yang salah.

Sesuai amanat UUD 1945, pemerintah harus melakukan upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan melakukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan. Apa yang seharusnya pemerintah lakukan??? Pemenuhan angaran pendidikan sebesar 20 % dari APBD dan APBN yang sampai sekarang belum bisa di penuhi oleh pemerintah. Pendidikan di Indoensia sudah sangat tertinggal, sehingga sudah waktunya pendidikan harus menjadi prioritas utama pembangunan di Indonesia yang perwujudannya antara lain adalah pemberian prioritas di bidang anggaran. Banyaknya korupsi di semua lini bahkan sampai sector pendidikan lebih detailnya di birokrasi sekolah merupakan salah satu penyebab gagalnya pemerintah dalam menaggulangi wajib belajar 9 tahun bagi Anak-anak bangsa.

Dengan kondisi pemerintah dalam menangani kelangsungan hidup anak-anak bangsa seperti sekarang ini. Apakah kita masih perlu memperingati dengan adanya Hari Anak Nasional??? Saya rasa sudah tidak saatnya lagi. Kita semua butuh bukti dari pemerintah. Bukan hanya sekedar janji yang selalu sampai kepada kami. Janji-janji yang selalu membuat rakyat terbuai dan mau tidak mau akan mengikuti aturan yang telah pemerintah tetapkan. Saya rasa sekolah gratis bisa di terapkan di Indonesia mulai dari jenjang pendidikan Sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat pertama. Bercermin terhadap peraturan perundangan yang telah ada, Pemerintah sudah seharusnya tidak mengulur-ulur program ini.

Selama perlindungan dan jaminan terhadap anak-anak indonesia belum bisa di penuhi oleh pemerintah maka pada tanggal 23 juli kemarin tidak sepantasnya di jadikan sebagai Hari Anak Nasional. Sebuah hari yang di simbolikan oleh pemerintah sebagai refleksi kegembiraan bagi anak-anak bangsa ini.

Pemerintah harus bisa membawa perubahan yang berarti di sektor pendidikan. Mari kita semua bersatu. Satukan tekad dan langkah demi sebuah perubahan. Mari cerdaskan anak-anak bangsa dengan pendidikan yang memadai. Maju terus anak-anak bangsa. Menatap masa depan yang lebih cerah. Untuk perjuangan bangsa