Akhirnya Saya Menikah

Alhamdulillah. walau berat untuk mencapai semua ini. dengan susah payah dan banyak pertimbangan. Akhirnya Allah mengabulkan semua doa saya. hari ini saya sangat berbahagia. karena dapat bersanding dengan gadis berjilbab di sebelah kiri saya. Hari ini saya dapat akan mengucapkan ijab qobul yang akan mengikat kami berdua untuk selamanya. untuk mengarungi kehidupan ini bersama-sama. Apakah semuanya bahagia?? semoga saja iya adanya. kemungkinan orang-orang yang bersedih akan ada. mereka adalah para wanita yang selalu ingin jadi pendamping hidup saya. Tapi saya sudah memutuskan hari ini. bahwa dialah yang saya pilih.

Setelah selesai proses ijab qobul pada pagi yang mendung ini. dan capeknya berbagai macam aktifitas yang meribetkan karena banyak nya tata cara adat yang harus kami lalui. adat kedua orang tua kami. harus inilah, itulah…….(capek deh). tapi semua ini tidak jadi masalah dan tidak jadi soal. di tengah kecapekan saya ini. ada senyum yang mendampingi saya. yang membuat hati saya tenang dan damai.

  • hidayat  : kamu yakin menerima saya sebagai suamimu. orang yang akan hidup bersamamu selamanya.
  • Pasangan saya  : Insyaallah mas. dan semoga Allah meridhoi kita.
  • hidayat  : percaya sama mas, kamu akan saya jadikan istri dunia akhirat
  • pasangan saya : amin
  • hidayat  : amin

Setelah mondar mandir sana sini. menerima tamu dari tetangga dekat, tetangga jauh serta tetangga lumayan jauh. akhirnya saya bisa juga berduan dengan istri saya di kamar.

Wueh mungkin ini yang selalu dikatakan para pasangan suami istri. Detik-detik yang menentukan. seperti karangan buku bapak BJ Habibie yang bisa membuat besi bisa terbang itu. biar kan pak habibie fokus pada urusannya dengan politik, pesawat terbang. itu bukan urusan saya. kita kembali ke hal menentukan bagi kami berdua.

Pertama yang saya lakukan adalah sholat berjamah bersama istri tercinta saya. ini adalah kali pertama saya melakukan sholat berjamaah bersama orang yang akan mengarungi hidup bersama saya. setelah sholat, istri saya mencium kedua tangan saya. dia tersenyum pada saya ” subhanaallah, begitu indah senyumnya”. kami berdua saling pandang dan tersenyum.

  • hidayat  : kamu  istirahat saja dulu, saya mau ngerjakan tugas kuliah dulu. 3 hari lagi harus saya presentasikan (berat juga ternyata nikah sambil kuliah).
  • istriku   : saya akan menemani kamu untuk memberikan semangat dalam mengerkana tugas.
  • hidayat  : terserah kamu saja.

bahasa kami masih kamu kamu dan kamu. belum ada hal-hal yang romantis, sayang tah, darling tah. halah itukan hanya adat barat. buat apa saya ikutin adat itu. yang penting istri saya bahagia walaupun saya panggil dengan kamu.

di tengah mengerjakan tugas, saya kecapekan. istri saya mengusap keringat yang ada di muka saya. dia tersenyum kembali. subhanallah, kalau begini terus selamanya. saya bisa mati bahagia. akhirnya tanpa sadar saya tertidur. saya tidak tahu lagi apa yang terjadi pada malam itu…..

tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk. “jum, bangun sholat subuh dulu” jelas sebuah suara dari luar kamar saya. saya lihat jam. wow dah pukul 4.36 wib. saya bengong sebentar. loh dimana istriku tadi??? subhanallah ternyata saya bermimpi.”iya mbak, saya dah bangun makasih” jawab saya.

paginya saya berangkat kuliah seperti biasanya. menempuh jarak yang lumayan jauh dari rumah ke kampus. selama perjalanan, saya memikirkan wanita yang jadi istriku itu. saya tidak pernah kenal sama dia. tapi dia begitu cantik dan soleha dengan jilbab dipakainya. semoga saja Allah mempertemukan saya denga jodoh saya. dan kalau saya boleh meminta. pertemukanlah jodoh saya dengan gadis yang soleha dan berjilbab.amin