Penyamaan Fasilitas dan Pemenuhan Anggaran Pendidikan

Di jaman Moderen seperti sekarang ini banyak sekali perkembangan yang harus bisa kita ikuti. Kalau tidak, maka kita akan menjadi manusia yang ketinggalan jaman dan juga ketinggalan keahlian maupun informasi. Hal ini terbukti dengan makin maraknya pengangguran di Indonesia, mereka termasuk orang yang ketinggalan akan kemampuan didalam perkembangan jaman ini. Kalau melihat pendidikan yang ada di Indonesia, Perlunya beberapa pembenahan guna tersampaikannya Informasi dan juga ilmu secara maksimal kepada Siswa, Mahasiswa dan khalayak umum. Salah satu hal yang bisa mendukung program pemberian informasi secara maksimum. Seperti halnya adalah E learning. Sebenarnya apa sih e learning itu???

E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]. Hal ini sangat efektif dengan Negara kepulauan Indonesia. Dimungkinkan dengan pemberian informasi yang tidak harus datang di ruang kelas dan juga bertatap muka. Dengan bentuk Negara kepulauan dimana masing-masing pulau terpisah jauh dengan adanya laut. Maka system ini dirasa sangat perlu untuk penerapannya.

Dengan adanya perbedaan mencolok fasilitas yang ada di kota dengan yang ada di desa. Dan juga perbedaan fasilitas pendidikan antara daerah ibukota maupun kota kota besar di indonesia dengan kota-kota pelosok seperti jayapura. Hal ini perlu sebuah pembenahan yang sangat signifikan yaitu penyama rataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Penyama rataan fasilitas internet dan juga akses internet yang mudah terjangkau seperti di kota-kota besar indonesia pada umumnya. Sehingga penerapan E learning di Indonesia di mungkinkan akan dapat bermanfaat secara maksimal.

Dalam mewujudkan Penyamarataan Fasilitas yang ada di seluruh penjuru Indonesia. Peran Fungsi pemerintah sangat Vital khususnya kebijakan pemerintah tentang Anggaran pendidikan. Dalam Undang-Undang SisDikNas Pengalokasian dana pendidikan minimal 20% dari APBD dan APBN (Pasal 49). Hal ini saya rasa perlu sebuah penguatan komitmen pemerintah guna memberantas kebodohan salah satunya dengan sistem yang bermutu yaitu E learning. Dengan adanya E learnig yang ditunjang oleh Penyamaan Fasilitas dan Pemenuhan Anggaran Pendidikan hal ini akan sangat berdampak pada meningkatkan kualitas pendidikan indonesia, agar kedepan makin bermutu, mudah dijangkau, mudah diakses, dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Ketika E learning memang benar-benar bisa di terapkan di Indonesia maka Pertukaran informasi akan lebih bagus, lebih fleksibel karena kita tidak harus berada di ruangan yang sama dan juga waktu yang bersamaan pula. Serta kemandirian akan terbentuk karena kita akan memulai belajar sendiri atas inisiatif sendiri.

Saya pernah mengikuti sebuah Karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh Dikti. Waktu itu proposal dari kelompok kami didanai. Sebuah karya yang berjudul ” Kompor Energi Surya sebagai solusi keterbatasan bahan bakar Miyak dan Gas Pada industri Rumah tangga ” Akan tetapi dengan persiapan yang sudah lengkap mulai dari materi untuk presentasi pkm, peralatan serta laporan. Di akhir visitasi dari Dikti jakarta kelompok kami tidak lolos ke PIMNAS di lampung (UNILA). Ya semoga banyak ilmu yang bermanfaat dari proses ini. Dan semisalnya program E learning berjalan dengan lancar. Maka ilmu yang telah kita pelajari seperti Program Kreativitas Mahasiswa dari DIKTI tersebut dapat bermanfaat buat kawan-kawan semuanya yang ada di tanah air.

9 Responses

  1. yup sepakat, dengan adanya pembelajaran melalui internet, LAN, dll akan lebih memudahkan mahasiswa mencari referensi segala ilmu.

  2. Sepakat mas. Masalahnya, pemerintah kita kurang komitmen untuk memberdayakan dan mengoptimalkan penguasaan teknologi untuk menunjang program e-learning tsb. Jd, program tsb hanya bs dinikmati di daerah tertentu aja yang juga punya dana untuk pengembangan teknologi…

  3. gak nyambung jum…. apa hubungannya e-learning ama kompetisi dari dikti ituh? gw masih gak dapet sambungannya…tapi bahasan lo udah lumayan siyh. walopun gw udah rada ngantuk2 gituh bacanya. hehehehe bukan kenapa2…bahasan pendidikan bukan fave-ku. you know lah, hohohoho

  4. pemerataan pendidikan di Indonesia susah untuk diwujudkan karena kita terkendala oleh luasnya wilayah Indonesia, banyaknya penduduk Ina yang masih tinggal di daerah2 terpencil menyulitkan para tenaga pendidik untuk menjangkaunya. tetapi Nothing is Imposible istilah yang pernar aku dengar banyak hal atau cara untuk menyelesaikannya, mungkin salah satunya perluny peran pemerintah daerah yang selalu pro aktif utk memfasilitasi anakbangsa dengan memaksimalkan potensi daerah yg dimiliki serta peran swasta sebagai pendukungnya. kerjasama yang baik diantara keduanya beserta elemen masyarakat yang ada mudah2an dpt terlaksana untuk membiayai serta menjangkau daerah2 yang selama ini sulit mendapat fasilitas pendidikan yang memadai.memang kebutuhan akan pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar yang harus dipenuhi sehingga amanat UU tentang 20% anggaran pendidkan harus segera direalisasikan, meskipun harus mengorbankan sektor anggaran yang lain.Bagaimanapun pendidikan harus diperjuangkan oleh penyusun kebijakan untuk selalu konsisten dengan apa yang telah dibuat.Apakah Indonesia menjadi Negara Maju hanya sebuah angan2????TIDAK jika pendidikan yang menjadi prioritas pembangunan

  5. anggaran pendidikan di indonesia mahal bgt

  6. anggaran pendidikan di indonesia mahal bgt
    kita harus gmn

  7. pendidikan tetap no.1

  8. pendidikan penting bgt

  9. its mesin tetap no.1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: