Cita-cita yang aneh

Entah apa yang selalu ada dipikiran ini, Sering sekali tertawa dan ceria tanpa ada rasa beban yang menghinggapi dipikiran ini. Kadang pula sedih dengan banyaknya problematika hidup ini. Tapi satu yang pasti, kita hidup punya yang namaya hati Nurani.

Perjalanan Rumah jumari ke kampus memang lumayan jauh sekitar 40 menit dengan kecepetan kendaraan 60 km/jam. Dan dari perjalanan ini banyak melewati yang namanya Rambu lalu litas (Merah,kuning Hijau).

Apa sih hubungannya Rambu tersebut dengan Cita-cita jumari. Apakah mau membuat sensor yang canggih???atau membuat mekanisme yang bagus dengan system mekanika yang keren. Semua hal tersebut tidak ada yang benar. Yang benar adalah hubungannya dengan anak-anak jalanan dan juga anak-anak pengamen dan sebangsanya.

Hampir tipa hari jumari melihat pemandangan seperti itu, pemandangan dimana Anak-anak kecil di Usia sekolah malah bekerja mencari nafkah. Ketika teman-teman seusia mereka bermain malah mereka memegang korang melawan panasnya terik matahari. Hingga terketuk hati ini untuk berangan. Untuk bisa makin sukses dalam hidup ini. Dan ketika sukses nanti semoga bisa membuat sebuah panti untuk anak-anak jalanan dan juga terlantar dan juga bisa menyekolahkannya…Semoga cita-cita ini dapat terkabulkan dan apabila memang tidak bisa, semoga akan banyak orang yang mempunyai cita-cita yang sama seperti saya..

Sebuah cita-cita yang aneh. Akan tetapi melihat senyuman mereka benar-benar kita bisa melihat adanya kebesaran Tuhan yang nyata…..Semoga mereka dapat menemukan hidup yang lebih baik lagi..amin3x

4 Responses

  1. aneh? cita2 gitu kok aneh. wah mode ngerendah lagi on nih….

    bagus dong… ayo semangat biar bisa buat panti…. sekolahin juga mereka biar walaupun mereka ngamen tapi dia pengamen yang ber pendidikan… itu kan lebih baik, jadi bisa berpikir gimana biar bisa maju…

  2. kok aneh?? bagus kali…
    aku jg sering liat anak jalanan, kadang mreka ngamen, jualan koran, ato skedar minta2… dan selalu bingung mau kasih apa ke mereka. mau kasih duit, takut dsalah gunakan buat yg enggak2, kaya buat rokok ato buat yg ga jelas.
    Aku jg pernah kepikiran hampir sama kaya jumari, pengen bikin tempat belajar buat mreka… biar tetep pinter, meskipun ga di sekolah.mg2 bisa kesampaian yah…amin

  3. ..kadang2, aq pingin tau, anak jalanan yg masih bocah2 itu ‘mencari makan’ di jalan karena ‘dipaksa’ sindikat, atau ‘terpaksa’ karena sistem… kalo berjualan atau ngamen beneran sih masih mending.. kalo udah minta2, wah.. gimana ya … mereka kan bagian dari generasi masa depan..

  4. . . . . . . . . . . anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. . . . . . . . . potongan lirik sebuah lagu yang didendangkan bung Iwan terasa menghanyutkan hati, lagu tentang Budi anak jalanan penjual koran.
    Masih terngiang ditelinga ini bunyi sebuah pasal penuh harapan. . . . . . . fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. . . . . . . .
    Kayaknya sekarang kata dipelihara sudah diganti dengan dibinasakan.
    Dalam kitab yang lain ada larangan untuk menggepengkan diri. Kadang usahawan muda kelas perempatan jalan ini diciduk oleh satpol PP.
    Ada menteri sosial tapi sepertinya jalan di tempat.
    Sekilas aku teringat akan tulisan disebuah buku tentang komunisme, tentang konsep desa mengepung kota.
    Yah, andai desa sudah sejahtera sangat mungkin ga ada urbanisasi en ga ada. . . . . . . . .pengamen, pengemis en anak jalanan.
    . . . . . . . . . . . . anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. . . . . . . . . . . . . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: